Cara Memimpin Perusahaan agar Tidak Terjadi Konflik antar Karyawan

cara memimpin di sebuah perusahaan

Menjabat sebagai pemimpin perusahaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus mengetahui cara memimpin perusahaan yang baik terutama untuk mencegah terjadinya konflik antar karyawan yang membuat kinerja perusahaan menjadi terganggu. 

Nah, terkait hal tersebut, di bawah ini akan saya jelaskan tentang cara memimpin sebuah perusahaan yang bisa membuat suasana team work lebih harmonis dan sejuk. Jika cara ini Anda terapkan bisa jadi pekerjaan karyawan lebih berkualitas lagi. Ini cara yang saya maksud:

Baca juga : Cara mengatasi saat wawancara pekerjaan

1. Tidak Membeda-bedakan Antar Karyawan

Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bersifat adil kepada seluruh karyawannya. Maksudnya, pimpinan tidak membeda-bedakan perlakukan kepada karyawan tertentu sekalipun dari segi kontribusi bagi perusahaan sangat besar.

Justru pemimpin harus bisa men-support karyawan yang kualitasnya masih rendah agar bisa meningkatkan kualitasnya minimal setara dengan karyawan yang telah unggul. Hal ini yang harus terus pimpinan jaga untuk meminimalisir terjadinya konflik antar karyawan. 

2. Mengutamakan Musyawarah dalam Menyelesaikan Konflik

Jika terjadi konflik di dalam sebuah perusahaan, maka cara memimpin perusahaan supaya konflik tidak berlarut-larut adalah selalu mengutamakan musyawarah di dalam menyelesaikan konflik tersebut. Bahkan, pihak pimpinan harus mengutamakan mediasi di dalam rembuk tersebut dengan menempatkan pimpinan sebagai penengah yang netral. 

Cara ini akan berhasil jika pimpinan mampu bersifat adil, dalam artian tidak menjadi pembela untuk satu karyawan saja. Pimpinan harus benar-benar menunjukkan kalau keberadaan dirinya di dalam musyawarah murni untuk mengatasi konflik yang sedang terjadi. 

3. Memberikan Kejutan-Kejutan yang Menyenangkan

Seorang pemimpin perusahaan tidak perlu malu dan risih untuk memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan kepada setiap karyawannya. Selain untuk menampilkan kewibawaan, ini juga menjadi sebentuk kiat untuk menciptakan hubungan kerja yang tetap harmonis. 

Maka dari itu, jangan ragu untuk memberikan bonus kepada seluruh karyawan yang telah sudi mengabdi kepada perusahaan. Toh ini tetap akan kembali ke pemimpin sendiri dalam bentuk harmonisasi kerja yang berkualitas namun menyenangkan. 

4. Membangun Ruang Kerja yang Sejuk

Cara memimpin perusahaan yang benar agar tidak terjadi konflik yang juga perlu pimpinan perhatikan adalah membangun ruang kerja yang sejuk. Termasuk memasang interior yang tepat dan menjamin keluwesan pergerakan seluruh karyawan yang berada di dalamnya. 

Ruang kerja yang terlalu pengap dan sempit justru mengganggu konsentrasi serta bisa memicu emosi yang meledak-ledak. Maka dari itu, ruang seperti ini kurang cocok untuk pimpinan jadikan sebagai ruang bagi karyawan yang intensitas pekerjaannya cukup tinggi. 

Baca juga : Bisnis loundry untung besar

5. Menjalin Keakraban di Luar Kerja

Pemimpin yang baik tidak selalu menciptakan keakraban di dalam kantor atau perusahaan saja, tetap juga tetap menjalin keakraban di luar pekerjaan. Tentunya, ketika sudah berada di luar pekerjaan, sekat bawahan dan atasan sudah mulai berkurang sehingga yang muncul adalah suasana persahabatan. 

Nah, jika pemimpin sudah bisa menempatkan dirinya semacam ini, tentu cara mengatasi konflik antar karyawan di kantor jauh lebih mudah. Apalagi jika di luar jam kerja, memang terjalin saling sharing dan diskusi ringan dengan tidak melupakan adab dan kesopanan. 

Itulah beberapa cara memimpin perusahaan agar tidak terjadi konflik antar karyawan. Paling tidak jika kiat di atas pimpinan jalankan dengan baik, bukan tidak mungkin, konflik yang muncul bisa langsung selesai dan suasana kerja kembali kondusif seperti sedia kala. 

Editor : Dwi

No comments for "Cara Memimpin Perusahaan agar Tidak Terjadi Konflik antar Karyawan"