Wisata Desa Destinasi Danau Toba

Kabarberitahariini.com – Berkunjung ke Danau Toba tidak lengkap rasanya jika tidak singgah ke Desa Tomok yang menjadi pintu gerbang pulau Samosir. Bila anda berada di kota Prapat, Kabupaten Simalungun, bisa ditempuh dengan naik Fery sekitar 1 jam perjalanan. Sesampainya di pintu gerbang Tomok, anda akan disambut sederetan kios suvenir yang menjual berbagai kerajinan Batak dari kain tenun tangan tradisional hingga kalender bambu dan segala macam pernak pernik.

Anda juga bisa melihat Sarkofagus batu besar kepala suku Sidabutar, diukir dari satu blok batu. Bagian depannya diukir dengan wajah singa (makhluk mitos, bagian kerbau, bagian gajah).

Tomok salah satu kawasan dipinggiran Danau Toba yang paling banyak dikunjungi, terutama wisatawan Mancanegara. Selain Tomok masih banyak tempat wisata di kawasan Danau Toba yang dapat dijelajah.

Sejak Danau Toba masuk destinasi prioritas pariwisata di Indonesia, berbagai upaya dilakukan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Beberapa tempat sudah dibenahi, seperti di Desa Wisata Tomok Parsaoran, kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, kini sudah berubah lebih baik. Di objek wisata tersebut, tempat Sigale-gale, makam Raja Sidabutar, meja persidangan telah ditata sedemikian rupa, memberikan rasa nyaman. begitu juga dengan kios penjualan cinderamata berjajar dengan rapi.

Kalau dahulu wisatawan harus duduk di bangku kayu dan berpanas-panasan menyaksikan tarian sigale-gale, sekarang tidak lagi. Lokasi tempat Sigale-gale sudah di pavingblock, kalau hujan tidak tergenang air. begitu juga di Makam Raja Sidabutar, tersedia tempat duduk yang nyaman sambil mendengarkan penjelasan kisah Raja Sidabutar. Masih banyak lagi pembenahan yang dilakukan.

Pembenahan kawasan itu tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah (pemda), pemerintah pusat juga meminta kepada BUMN untuk terlibat langsung. Hal itu pernah disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno saat berkunjung ke Danau Toba.

Menteri BUMN pernah meminta, khususnya kepada Pelindo 1 supaya menghidupkan desa di Danau Toba, sehingga objek wisata ini lebih bergairah. Kami menyambut baik dan memilih Desa Tomok sebagai Desa Wisata Binaan Pelindo 1 pertengahan November lalu.

Bantuan yang diberikan sebesar Rp 1,1 miliar. Jika dilihat dari banyaknya tempat wisata yang harus dibenahi, bantuan itu belum seberapa. Diharapkan BUMN lain dapat ikut serta dalam membenahi wisata Danau Toba.

Konstribusi pembagunan desa wisata ini secara nonfisik dengan membentuk kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang turut berpartisipasi dalam beragam kegiatan nasional juga melatih Pokdarwis dan studi banding ke beberapa objek wisata di Yogyakarta, tujuannya untuk menambah wawasan dalam mengembangkan potensi desa wisata dan memperkenalkan budaya Batak kepada para pengunjung dengan penyampaian menarik.

Related posts