Wiranto Tidak Ikut Campur Pollycarpus dan Muchdi Berpolitik

Kabarberitahariini.com – Menteri Koodinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebutkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk ikut bergabung dalam sebuah partai politik.

Hal tersebut disampaikan Wiranto menanggapi bergabungnya mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis Munie, Pollycarpus Budihari Priyanto dan mantan terdakwa Muchdi Purwoprandjono di Partai Berkarya.

Wiranto mengatakan kalau itu adalah hak dari setiap warga negara yang mau bergabung ke partai mana saja, tanpa ada larangannya.

Lebih lanjut, Wiranto selaku Menko Polhukam juga mengatakan kalau dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan seseorang untuk menjadi anggota parpol. Pollycarpus dan Muchdi Pr berhak untuk berpolitik.

Sebelumnya, Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang membenarkan bahwa Pollycarpus Priyanto dan Muchdi Pr merupakan kader dari Partai Berkarya.

Bahkan Muchdi menduduki jabatan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya.

Poolycarpus Priyanto merupakan seorang mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Dia sempat divonis 20 tahun penjara karena terbukti dalam melakukan pembunuhan berencana namun kemudian diubah menjadi 14 tahun setelah mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Pollycarpus telah bebas pada 29 November 2014 lalu setelah hanya menjalani masa hukuman penjara selama delapan tahun. Sementara, mantan Deputi V BIN Muchdi Pr juga pernah disidang dalam kasus ini, namun Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan Muchdi Pr tidak bersalah dan divonis bebas.

Related posts