Terkait Kasus Ahok, Kemenag: Percayakan ke Pengadilan

Terkait Kasus Ahok, Kemenag: Percayakan ke Pengadilan

Kabarberitahariini.comNews, Jakarta – Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam meminta masyarakat untuk mempercayakan putusan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada majelis hakim. Majelis hakim diharapkan memutuskan vonus sesuai dengan fakta dan keadilan.

“Harapan saya tentu kita pasrahkan kepada keadilan, pada pengadilan dan mudah-mudahan rasa keadilan itu jadi bagian dari yang dirasakan masyarakat,”ucap Nur Syam.

Pernyataan ini disampaikan mengenai aksi massa 55. Aksi hari ini bertujuan meminta supaya Mahkamah Agung (MA) mengawasi majelis hakim dalam sidang Ahok dan meminta majelis hakim memutus Ahok bersalah melakukan penistaan agama.

Menurut Nur Syam, sebagai negara hukum keputusan majelis hakim nantinya harus mempertimbangkan fakta di persidangan. Putusan menurutnya juga harus dapat memberikan keadilan bagi masyarakat.

“Ini negara hukum tentu saja bahwa apa pun yang dilakukan oleh penegak hukum ini adalah tentu berdasarkan dengan aspek hukum yang relevan dengan yang apa yang terjadi atau fakta kenyataan dan kejadian serta seterusnya,”ucap Nur.

Majelis hakim dituntut bisa membertimbangkan dan menjelaskan aspek keadilan dan apa saja yang ada dalam putusannya.

“Maka itu menurut saya kita berharap bahwa pihak pengadilan hakim dan seterusnya tentu menjelaskan kepada aspek keadilan, dan kalau itu dilakukan pasti akan bisa diterima dan akan memperoleh tanggapan yang sebaik-baiknya,”ucapnya.

Dalam surat tuntutan, Ahok dianggap jaksa terbukti bersalah melanggar Pasal 156 KUHP yakni menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan di muka umum terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia. Ahok dituntut hukuman pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Atas tuntutan itu, Ahok dalam pleidoinya berharap majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto memutus perkatanya secara objektif dan adil. Sidang pembacaan vonis (putusan) dijadwalkan digelar pada hari Selasa, 9 Mei.

Related posts