Sebelum Usung Ganjar Pranowo, Demokrat Tanyakan Kasus Korupsi e-KTP

Kabarberitahariini.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengaku sempat menanyakan seputar status Ganjar Pranowo dalam kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Dia mengatakan, pertanyaan itu dia layangkan kepada Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Ganjar via sambungan telepon sebelum memutuskan mengusung Ganjar dan pasangannya Taj Yasin Maimun di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018.

Ia pun menyampaikan keputusan mengusung pasangan Ganjar dan Yasin diambil setelah menjalin komunikasi secara intens dengan Hasto. Dia berkata, diskusi dengan Hasto diawali dengan pembahasan calon yang akan diusung di Pilgub Kalimantan Barat (Kalbar) 2018. Menurutnya, kemesraan antara Demokrat dan PDIP selama dua periode menjadi alasan provinsi tersebut dibahas terlebih dahulu.

Pada dua periode sebelumnya, Demokrat dan PDIP berkoalisi di Kalbar dalam mengusung pasangan calon Cornelis dan Cristiandy Sanjaya.

Setelah itu, ia pun mengaku lanjut bertanya kepada Hasto terkait kemungkinan koalisi antara demokrat dan PDIP di provinsi lain dan melahirkan kesepakatan berkoalisi di Pilgub Jateng.

Dia menerangkan, koalisi demokrat dan PDIP di Kalbar dan Jateng ini sekaligus membuktikan bahwa partainya dapat bekerja sama dengan partai politik mana pun.

Lebih lanjut, Hinca juga mengaku sempat mendiskusikan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung di Pilkada Jawa Barat (Jabar) dengan Hasto. Namun katanya, diskusi melahirkan untuk menempuh jalan masing-masing dengan mengusung calon gubernur yang berbeda.

Partai Demokrat mengusung Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi, sementara PDIP mengusung Tubagus Hasanuddin dan Anton Charlian.

Related posts