Rencana Kontras Dalam Penyelesaian Masalah Yerusalem

Kabarberitahariini – Koordinator untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani meminta agar pemerintah Indonesia harus bisa menjadi pemimpin dalam permasalahan pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem yang dikemukakan oleh Presiden AS Donald Trump.

Yati menilai pemerintah Indonesia mempunyai kapasitas politik yang cukup kuat di tingkat internasional, terutama dalam isu Palestina. Yati memintah agar indonesia tidak ragu menyampaikan kritik secara langsung kepada pemerintah Amerika Serikat, maupun ke Presiden Donald Trump.

Yati melanjutkan kalau Indonesia harus bisa mendorong munculnya satu kesepakatan bersama atau pernyataan bersama, baik di tingkat regional maupun internasional untuk mendorong munculnya pemberian sanksi tertentu kepada Donald Trump.

Yati berharap rencana Presiden Jokowi untuk membahas masalah tersebut di sidang konferensi Islam (OKI) bisa menjadi isu prioritas di sidang tersebut.

Di sisi lain, Yati melihat masalah pemindahan duta besar AS ke Yerusalem kini sudah menjadi isu global sehingga jika PBB tidak bisa mengambil tindakan tegas terhadap masalah ini maka masyarakat sipil di berbagai belahan dunia akan mengambil langkah yang terus mendesak pembatalan pemindahan ibu kota tersebut.

Trump telah secara resmi mengakui yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia menyebut telah mewujudkan janji kampanye yang selama ini tidak pernah diwujudkan presiden-presiden sebelumnya.

Keputusan Trump ini berlandaskan pada satu undang-undang yang sudah diloloskan kongres AS sejak 1995. Undang-undang tersebut mengatur tentang pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Related posts