Putusan Hakim Memenangkan Gugatan Yang Diajukan Novanto Dianggap Membingungkan

Putusan Hakim Memenangkan Gugatan Yang Diajukan Novanto Dianggap Membingungkan

Kabarberitahariini.com, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengungkapkan, pertimbangan putusan hakim Cepi Iskandar yang memenangkan gugatan yang diajukan oleh Ketua DPR Setya Novanto sangat membingungkan.

Hal tersebut disampaikan Ray menanggapi pertimbangan Cepi mengenai alat bukti yang sudah digunakan terhadap tersangka atau terdakwa, tidak dapat digunakan untuk menangani tersangka atau terdakwa yang lain.

Ray mengungkapkan, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menggunakan sekitar 200 alat bukti untuk menjerat Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Kemudian, tambah Ray, pertimbangan Cepi juga menegaskan bahwa sebagian alat bukti dapat menghilangkan alat bukti lainnya.

Misalnya, kata Ray, dari 200 alat bukti yang diberikan dalam sidang praperadilan hanya sebagian kecil, yaitu tiga atau empat alat bukti saja, yang sudah digunakan untuk membuktikan keterlibatan Irman dan Sugiharto, maka otomatis menggugurkan alat bukti lainnya.

Ray menilai bahwa, putusan hakim Cepi mempersulit KPK dalam menuntaskan kasus korupsi e-KTP. Meskipun demikian, Ray tetap memberikan dukungan KPK membuat surat perintah penyidikan baru untuk kembalil menetapkan Novanto sebagai tersangka.

Dalam sidang putusan praperadilan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2017), hakim tunggal Cepi Iskandar menilai bahwa penetapan tersangka terhadap Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi oleh KPK tidak sah. Selain itu, KPK juga diminta untuk menghentikan penyidikan terhadap Setya.

Sementara itu, Cepi menilai bahwa alat bukti yang sudah digunakan dalam perkara sebelumnya tidak dapat digunakan untuk menangani perkara selanjutnya.

Related posts