Perayaan Tahun Baru Di Taj Mahal Berakibat 5 Orang Luka-Luka

Kabarberitahariini.com – Perayaan akhir tahun kemarin yang diadakan di Taj mahal dikabarkan lima orang terluka setelah tragedi desak-desakan. Pemerintah setempat mengatakan kalau kondisi tersebut terjadi karena pihak pengelola objek wisata tidak membatasi jumlah pengunjung yang masuk.

Akibat dari peristiwa tersebut, pengelola Taj Mahal, Badan Arkeologi India, membuat dan mengumumkan peraturan untuk membatasi jumlah pengunjung yang masuk menjadi 40 ribu penduduk India per hari. Aturan tersebut tidak berlaku bagi turis mancanegara.

Aturan baru yang dibuat untuk mengendalikan jumlah pengunjung yang masuk menjadi tantangan demi keamanan dan keutuhan bangunan. Komplek Taj Mahal dibangun sejak abab ke-17. Jutaan turis yang datang ke sana setiap tahunnya dikhawatirkan akan merusak bangunannya yang sudah berumur tua.

Pada tahun 2011, sekelompok peneliti bangunan bersejarah pernah memperingatkan pemerintah India untuk menjaga dan merawat karena dikhawatirkan Taj Mahal akan runtuh dalam lima tahun mendatang.

Hal itu terlihat dari retakan di lantai dan pelapukan kayu di langit-langitnya. Ditambah lagi dengan kadar asam dari asap pabrik yang beroperasi di sekitar Taj mahal, sehingga angin yang membawa asap tersebut akan membuat lapisan bangunan mengelupas.

Setiap tahunnya, objek wisata itu dikunjungi oleh 8 juta orang atau sekitar 22 ribu orang setiap harinya.

Aturan baru dari Badan Arkeologi India menyatakan bahwa pengunjung ke 40.001 atau seterusnya wajib membayar tiket masuk turis mancanegara yang berharga sekitar Rp214 ribuaan perorang. Sementara harga tiket masuk turis lokal hanya berharga Rp10 ribuan per orang.

Related posts