Organisasi Agama Mengutuk Serangan Gereja Sleman

Kabarberitahariini.com – Para aktivis dari berbagai organisasi agama mengutuk penyerangan yang dilakukan oleh oknum di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka pun mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA Helmy Faishal Zaini mengatakan Tindakan penyerangan dan juga kekerasan bukanlah bagian dari ajaran agama dan keyakinan mana pun lalu menegaskan kalau kepolisian mengutuk dan mengecam tindakan penyerangan yang melukai pastor dan jemaah Gereja Santa Lidwina.

Helmy tidak lupa mengapresiasi langkah sigap aparat kepolisian yang segera bertindak dan meringkus pelaku penyerangan. Dia pun mendorong untuk mengusut tuntas motif yang melatarbelakangi tindakan kekerasan tersebut.

Helmy mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing, terprovokasi dan harus selalu menghormati serta mempercayakan setiap proses hukum pada aparat penegak hukum.

Hal senada disebutkan Juru Bicara Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Jeirry Sumampow. Dia menyatakan keprihatinan atas insiden yang terjadi di Gereja Santa Lidwina pagi tadi dan menyebutkan kejadian itu sebagai bentuk teror terhadap kehidupan beribadah di Indonesia.

Jeirry berharap dengan apa yang terjadi di Sleman ini tidak memprovokasi umat beragama, khususnya umat Katolik. Dia meminta agar masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Jeirry menganggap pengusutan kasus ini menjadi suatu hal penting untuk mengungkap motif pelaku dan memperjelas apa yang sebetulnya yang ada di balik kasus ini.

Jeirry meminta ke depan seluruh masyarakat mampu meningkatkan kewaspadaan dan rasa saling menghormati antar penganut agama, supaya tercipta kerukunan dan tolerasi di antara umat beragama.

Related posts