Mantan Gubernur Djarot Lupa Tanda Tangan Kenaikan Dana Parpol

Kabarberitahariini – Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku lupa tentang kenaikan dana partai politik pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APDB-P) DKI ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyebut kenaikan dana parpol yang menjadi polemik di masyarakat terjadi di era Djarot. Anies mengatakan, kenaikan dana bantuan partai politik berdasarkan peraturan daerah (Perda) DKI Jakarta nomor 5 tahun 2017 tentang perubahan APBD tahun anggaran 2017.

Djarot mengakui memang pernah menandatangani aturan tentang keuangan. Tapi dia tidak mengingat soal aturan yang ditandatanganinya itu. dia mengatakan anggaran keuangan bagi anggota DPRD DKI Jakarta dalam Perda Hak Keuangan dan Administratif pimpinan dan anggota DPRD DKI yang pernah disetujuinya itu sudah melalui seleksi yang ketat.

Dia mengklaim tidak pernah menyetujui jika ada rencana anggaran bagi anggota DPRD yang menurutnya bersifat berlebihan.

Mantan Gubernur itu juga tidak mengetahui pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kenaikan bantuan dana parpol yang nilainya sampai 10 kali lipat.

Kenaikan dana parpol yang sebelumnya disebutkan oleh Anies adalah Rp 1.818.003.960 atau Rp 1,8 miliar menjadi Rp 17.736.624.000 atau 17,7 miliar. Artinya ada kenaikan anggaran Rp 15.918.620.040 atau Rp 15,9 miliar.

Anies Baswedan mengungkapkan bahwa kenaikan angka bantuan belanja keuangan pada parpol ditetapkan pada hari terakhir pemerintahan sebelum kami mulai bertugas.

Related posts