Luhut Binsar Setujui Penggunaan Cantrang Diawasi

Kabarberitahariini.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penggunaan alat tangkap ikan cantrang oleh para nelayan masih bisa digunakan asalkan ada aturan khusus. Nantinya penggunaan cantrang membutuhkan penguatan pengawasan.

Ia menambahkan, terdapat kajian dari Universitas Indonesia yang mengatakan cantrang bisa masuk ke kategori ramah lingkungan asal digunakan dengan benar. Dalam hal ini cantrang bisa digunakan di kedalaman dan dalam waktu tertentu.

Pada acara Afternoon Tea di Kementerian Koodinator Kemaritiman, Jakarta. Doktor dari Fakultas Matematika telah melakukan kajian, menurut mereka cantrang bisa digunakan asal jangan sampai ke bawah atau dasar. Penggunaan cantrang tersebut dapat mendorong produksi dan ekspor perikanan Indonesia, Penggunaan cantrang yang diatur dan diawasi berdampak hasil laut akan tetap baik karena ada pengendalian ikan tumbuh.

Luhut melihat kinerja produksi perikanan Indonesia belakangan ini dinilai menurun. Padahal, fokus pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah pada peningkatan produksi dan ekspor perikanan.

Luhut menilai penurunan ekspor disebabkan adanya suplai perikanan karena polemik yang terjadi. Penggunaan alat penangkapan ikan cantrang dapat diatur agar lebih ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi.

Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan perikanan Nomor 2 Tahun 2015 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan yang termasuk dalam kategori pukat hela dan pukat tarik, termasuk cantrang, tidak lagi diperbolehkan.

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Nelayan Nusantara Sutrisno mengatakan penggunaan cantrang berdampang pada pengambilan ikan yang berlebihan. Selain itu dari penggunaan cantrang ini juga dapat menyebabkan kerusakan di dasar laut.

Dia pun menilai dalam proses peralihan alat tangkap semenjak dilarangnya penggunaan cantrang di nilai cukup lambat. Penggantian kapal nelayan yang sebelumnya menggunakan cantrang menurutnya belum sesuai dengan harapan sehingga membuat para nelayan menganggur.

Related posts