KPU Tidak Meloloskan Partai Berkarya

Kabarberitahariini – Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun 2019.

Diketahui, Partai Berkarya merupakan partai politik bentukan anak mendiang Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau kerap disapa Tommy Soeharto.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan Dua partai politik tidak bisa lanjut ke proses verifikasi faktual saat menyampaikan hasil penelitian administrasi di kantor KPU, Jakarta, Kamis (14/12).

Dengan demikian, Partai Berkarya dan Partai Garuda tidak bisa lanjut ke tahapan selanjutnya, yakni verifikasi faktual. Keduanya juga berarti tidak bisa mengikuti.

Arief tidak menyebut Partai Berkarya dan Partai Garuda secara gamblang. Arief pun memberikan hasil penelitian KPU kepada perwakilan kedua Partai tersebut seperti 12 partai lain yang lolos tahapan penelitian administrasi.

Partai Berkarya baru diketahui tidak lolos saat isi berkas hasil penelitian administrasi yang diberikan Arief dibuka. Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari menyatakan kedua partai politik tidak lolos dalam aspek data keanggotaan.

Masih ada data yang tidak sesuai dengan data keanggotaan kader di daerah yang dikirim ke KPU pusat dengan data yang diteliti oleh KPU Kabupaten/Kota. Data keanggotaan itu mencakup kader di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota hingga kecamatan.

Hasyim juga menjelaskan, ada beberapa poin lain yang juga diteliti selain kevalidan data anggota. Poin-poin yang dimaksud antara lain, dokumen susunan pengurus partai politik yang dilengkapi surat keputusan dari kemenhumkam, serta keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusan di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

KPU juga meneliti kejelasan alamat kantor cabang dan rekening bank milik masing-masing partai politik. Semetara itu, ada 12 partai politik yang lolos ke tahap verifikasi faktual, antara lain PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, PPP, PKB, PKS, PAN, Demokrat, Nasdem, Perindo, Hanura dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Related posts