Kontroversi Pemindahan Kedubes AS di Yerusalem

Kabarberitahariini – Langkah Donald Trump memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem mendapat kecaman keras dari dunia Arab. Langkah yang dianggap sebagai pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel itu menuai kutukan dari Liga Arab.

Sekretaris jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan Amerika Serikat sepatutnya tidak mengambil tindakan yang bisa mengubah status hukum dan politik Yerusalem.

Sebagaimana dikutib Reuters, Gheit mengatakan rencana AS memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan “tindakan berbahaya yang akan berdampak buruk bagi stabilitas seluruh wilayah di kawasan”.

Rencana Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu kota Israel mendapat kritikan dari sejumlah negara, termasuk sekutunya sendiri seperti Perancis, Arab Saudi dan Turki. Sebab, rencana Trump tersebut dinilai bisa merusak proses perdamaian antara Israel dan Palestina yang telah berlangsung lama.

Arab Saudi, Iraq dan Iran mengencam rencana pemindahan kedubes AS ke Yerusalem ini. Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi juga telah menghubungi Trump dan memperingatkan bahwa AS jangan mempersulit masalah di Timur Tengah dan rencana tersebut dapat merusak perdamaian di Timur Tengah.

Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama besar: Kristiani, Islam dan Yahudi. Di kota ini terdapat situs-situs suci bagi ketiga agama yaitu Tembok Ratapan (Yahudi), Gerja Makam Kudus (Kristen) dan Masjid al-Aqsa (Islam).

Related posts