Kisah Bos Alibaba Dari Tiongkok

Kabarberitahariini – Jack Ma merupakan seorang anak lelaku yang lahir dari keluarga musisi dan pencerita di Hangzhou, Tiongkok. Ia pernah hidup pahit di masa Revolusi Kebudayaan dan mengalami berbagai kegagalan. Menjadi saksi hidup di masa pahit revolusi Kebudayaan, Jack kerap menemui kesulitan karena semasa sekolah, akademis Jack tidak secemerlang layaknya teman-teman seangkatannya.

Saat memasuki sekolah sejak SD sampai SMA, Jack perlu berkali-kali tes karena tidak hebat dalam akademis. Pernah gagal masuk universitas ternama, ia kuliah setara program D-3 di sastra inggris Hangzhou Normal University, lulus tahun 1988. “Ini universitas berkualitas kelas tiga atau empat secara nasional,” katanya.

Selepas kuliah, Jack melamar di KFC, yang saat itu membuka cabang di Hangzhou. Dia gagal uji seleksi dan ia juga kandas menjadi polisi.

Kegagalan yang dialami Jack membuat dirinya mengajar dan membuka kursus bahasa inggris di Hangzhou. Cara mengajar Jack yang menyenangkan disukai oleh para murid-muridnya. Dia juga memperdalam kemampuan bahasa inggris sebagai pemandu gratis bagi turis. Jack belajar sekaligus mempraktikkan ilmunya.

Kemampuan bahasa inggris memberi Jack kesempatan berkunjung ke Amerika Serikat di tahun 1995. Ketika itu, ia diminta menjelajahi dunia lewat internet yang baru muncul. Tawaran itu ditolak karena karena komputer barang mahal dan dia tidak paham. Jack tetap diyakinkan untuk mencoba. Jack pun terinspirasi membuatkan situs berisi informasi produk-produk buatan Tiongkok.

Setelah kembali ke Tiongkok, Jack bekerja di kementrian luar negeri dengan menawarkan jasa pemasaran produk Tiongkok lewat internet. Namun karena Jack bukan tipikal pegawai negeri dengan birokrasi yang berbelit-belit maka ia pun mundur dari pemerintahan.

Terinspirasi dari situs Amazon dan situs lelang e-Bay, Jack bersama rekannya pada tahun 1999 merintis situs bernama Alibaba yang mempertemukan pembeli dan penjual produk. Pengaruh Google juga mengispirasinya menciptakan mesin pencarian berbahasa Mandarin. Tidak mudah pada awalnya, Alibaba tidak menghasilkan uang di tiga tahun pertama. Namun Jack menganggap bahwa ini hanya soal waktu.

Saat perusahaan-perusahaan internet menggelembung lalu meletus di tahun 2002, Alibaba bertahan. Jack adalah pilar daya tahan. Terhadap para mitra kerja di tahun 1999, ia mengatakan, “Kami harus yakin ini jalan, tetapi harus kerja keras.”

Awalnya situs Alibaba mendapat tolakan dan menjadi bahan lelucon dari perusahaan mapan. Ia lantas melihat banyak perusahaan skala menengah dan kecil yang tidak punya berkesempatan mengikuti pameran internasional. Kalangan ini menyambut Jack mesti awalnya semua jasa gratis.

Bersama dengan rekannya, Jack terus mengembangkan Alibaba dan kemudian menciptakan sistem pembayaran lewat situs Alipay. Kali ini tidak gratis. Sukses Alibaba tersebar. Perusahaan kelas dunia seperti Yahoo!, Goldman Sach dan SoftBank (perusahaan Jepang) menaruh kepercayaan. Alibaba melejit dengan moto melayani konsumen.

Alibaba menawarkan saham perdana di Bursa Saham New York pada September 2014 dan meraih modal terbesar dalam sejarah. Nama Jack meluas dan mendunia.

Sejak 2008, Jack dikenal sebagai pengusaha muda kelas dunia. Ia mempunyai kekayaan senilai 27,4 miliar dollar AS, nomor 2 terkaya di Tiongkok setelah Wang Jianlin. Jack masuk dalam daftar warga terkaya dunia diurutan ke-26 berdasarkan majalah Forbes.

Related posts