JR Saragih, Cagub Sumut Berijazah Palsu

Kabarberitahariini.com – Jopinus Ramli Saragih yang biasa dikenal JR Saragih gagal menjadi calon gubernur Sumatera Utara yang sebelumnya sempat berpangkat kapten sebelum mundur dari dunia militer pada tahun 2008 silam.

Sempat beredar pemberitaan bahwa JR Sarigah berpangkat terakhir kolonel. Menanggapi hal tersebut, Dinas Penerangan TNI kemudian mengklarifikasi pangkat terakhir JR Saragih di militer. JR Saragih pernah berdinas sebagai prajurit TNI AD dengan pangkat terakhir kapten CPM dan berdinas di Pomdam III/Slw sebagai Dansubdenpom Purwakarta sebelum akhirnya mengakhiri dinas aktifnya pada tahun 2008 dan beralih profesi dibidang yang lain.

Berdasarkan catatan Dinas Penerangan TNI AD, JR Saragih menempuh pendidikan sekolah Perwira Prajurit Karir TNI (Sepa PH TNI) yang diselenggarakan di dalam lingkungan Akademi Militer selama kurung waktu 1 tahun.

Lama waktu pendidikan di Sepa PK TNI disebutkan berbeda dengan pendidikan Taruna Akademi Militer yang ditempuh selama 4 tahun. Pada tahun 1998 JR Saragih lulus dari pendidikan Sepa PK TNI dan menyandang pangkat sebagai Letnan Dua CPM.

Belum ada konfirmasi dari pihak JR Saragih soal klarifikasi dari TNI AD perihal pangkat terakhirnya ini.

Nama JR Saragih muncuk ke permukaan dan menjadi sorotan setelah ia gagal mencalonkan diri sebagai gubernur Sumatera Utara berpapasan dengan cawagub Ance Selian karena adanya dokumen yang tidak lengkap yaitu ijazah.

Setelah menggugat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan permohonannya dikabulkan sebagian, JR Saragih diberi waktu tujuh hari untuk melengkapi dokumen ijazah yang sudah dilegalisir.

Kemudian pada 15 Maret yang lalu KPU Sumur berkeputusan bahwa pasangan JR-Ance tetap tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kontestasi pilkada. Hal ini dikarenakan pasangan JR-Ance malah menyerahkan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) dengan alasan ijazah JR mendadak hilang.

Pada hari itu juga, penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) menemukan bukti-bukti yang kuat bahwa legalisir ijazah yang diserahkan JR diduga palsu.

Penetapan status JR sebagai tersangka disampaikan oleh Pengarah Gakkumdu yang juga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Komisaris Besar Andi Ryan di Sentra Gakkumdu.

Related posts