ICW Tegaskan Setnov Tidak Pantas Bacakan Teks Proklamasi di Istana Negara

ICW Tegaskan Setnov Tidak Pantas Bacakan Teks Proklamasi di Istana Negara

Kabarberitahariini.comNews, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) tidak pantas menjadi pembaca teks proklamasi dalam upacara hari ulang tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia di Istana pad 17 Agustus 2017 mendatang.

“Teks proklamasi itu suci, pejuang berdarah-darah loh untuk bisa bacakan teks ini,”ucap Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz.

Saat ini status Setnov sebagai tersangka korupsi kasus e-KTP elektronik menurutnya sudah mencoreng sejarah negara Indonesia.

“Masa seorang tersangka korupsi. Itu sangat memalukan dan akan jadi sejarah republik ini, bahwa pembaca teks proklamasi merupakan seorang tersangka korupsi, yang masih nyaman duduk di kursi pimpinan DPR,”ucap Donal.

Untuk itu, Donal mendukung agar Ketum Partai Golkar ini segera ditahan oleh KPK.

Selain itu Donal juga menyinggung anggota DPR yang tidak mengambil sikap, seolah mendukung Setya Novanto.

“Anggota DPR itu mesti kompak mendesak Setya Novanto untuk mundur, menurut saya tekanan ini tidak berbunyi akhir-akhir ini,”ucapnya.

Lanjut Donal, jangan sampai ada opini politikus justru dibungkam oleh seorang tersangka korupsi.

Sampai saat ini, pihak istana memang masih belum menentukan siapa yang akan ditunjuk untuk membaca teks proklamasi yang pada 17 Agustus 1945 lalu dibacakan sang proklamator Soekarno.

Tetapi melihat dua tahun sebelumnya, tahun 2015, Setnova pernah membacakan teks proklamasi. Sedangkan tahun 2016 Ade Komarudin yang pernah menjabat Ketua DPR yang juga melakukan hal yang sama.

Related posts